Penyakit Tiroid pada Anak Perlu Diwaspadai Karena Bisa Memicu Komplikasi Serius

Penyakit

pagakabsleman – Penyakit tiroid sering kali dianggap hanya dialami orang dewasa. Padahal, gangguan pada kelenjar tiroid juga dapat terjadi pada anak-anak, bahkan sejak lahir. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena hormon tiroid memiliki peran penting dalam pertumbuhan, perkembangan otak, metabolisme tubuh, hingga keseimbangan energi anak.

Jika fungsi tiroid terganggu dan tidak segera ditangani, anak berisiko mengalami berbagai komplikasi serius, mulai dari gangguan pertumbuhan, keterlambatan perkembangan, masalah belajar, hingga gangguan kesehatan jangka panjang. Sayangnya, gejala penyakit tiroid pada anak sering kali tidak disadari karena terlihat mirip dengan kondisi kesehatan umum lainnya.

Karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami tanda-tanda gangguan tiroid pada anak sejak dini agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko komplikasi dapat dicegah.

Tiroid adalah kelenjar kecil berbentuk kupu-kupu yang terletak di bagian depan leher. Meski ukurannya kecil, kelenjar ini memiliki fungsi yang sangat penting karena menghasilkan hormon tiroid yang membantu mengatur metabolisme tubuh. Hormon tiroid berperan dalam:

  • Mengatur pertumbuhan tubuh
  • Mendukung perkembangan otak
  • Mengontrol suhu tubuh
  • Mengatur denyut jantung
  • Membantu proses metabolisme energi

Ketika produksi hormon tiroid terlalu sedikit atau terlalu banyak, tubuh anak dapat mengalami berbagai gangguan kesehatan.

Secara umum, penyakit tiroid pada anak terbagi menjadi dua kondisi utama, yaitu Hipotiroidisme dimana Kondisi ketika tubuh kekurangan hormon tiroid. dan Hipertiroidisme dimana Kondisi ketika tubuh menghasilkan hormon tiroid berlebihan. Kedua kondisi tersebut sama-sama dapat memengaruhi kesehatan anak apabila tidak ditangani dengan baik.

Hipotiroidisme Lebih Sering Terjadi pada Anak

Hipotiroidisme menjadi gangguan tiroid yang paling sering ditemukan pada anak-anak. Kondisi ini dapat terjadi sejak lahir atau muncul saat anak bertambah besar.

Pada bayi baru lahir, hipotiroidisme kongenital terjadi ketika kelenjar tiroid tidak berkembang sempurna atau tidak mampu menghasilkan hormon dalam jumlah cukup. Jika tidak segera diketahui, kondisi ini dapat memengaruhi perkembangan otak dan pertumbuhan anak secara permanen.

Sementara itu, pada anak yang lebih besar, hipotiroidisme sering disebabkan oleh gangguan autoimun seperti Hashimoto thyroiditis.

Gejala Penyakit Tiroid pada Anak

Gejala penyakit tiroid pada anak bisa berbeda-beda tergantung jenis gangguannya. Karena sering berkembang perlahan, banyak orang tua tidak langsung menyadari adanya masalah pada tiroid anak.

Gejala Hipotiroidisme

Anak dengan hipotiroidisme biasanya mengalami:

  • Mudah lelah
  • Berat badan naik
  • Sulit berkonsentrasi
  • Pertumbuhan melambat
  • Kulit kering
  • Rambut rontok
  • Sering merasa dingin
  • Sembelit
  • Wajah tampak bengkak
  • Prestasi belajar menurun

Pada bayi, gejalanya bisa berupa:

  • Bayi tampak lemas
  • Sulit menyusu
  • Tangisan serak
  • Lidah tampak besar
  • Kulit kekuningan berkepanjangan

Karena gejalanya tidak selalu khas, pemeriksaan medis sangat penting untuk memastikan diagnosis.

Gejala Hipertiroidisme

Sementara itu, hipertiroidisme pada anak dapat menyebabkan:

  • Berat badan turun meski nafsu makan meningkat
  • Jantung berdebar
  • Mudah cemas
  • Sulit tidur
  • Berkeringat berlebihan
  • Tremor atau tangan gemetar
  • Anak tampak hiperaktif
  • Mudah marah

Pada beberapa kasus, anak juga mengalami pembesaran kelenjar tiroid di leher atau mata tampak lebih menonjol.

Penyebab Gangguan Tiroid pada Anak

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan penyakit tiroid pada anak, antara lain:

  • Faktor Genetik

Riwayat keluarga dengan gangguan tiroid dapat meningkatkan risiko anak mengalami kondisi serupa.

  • Gangguan Autoimun

Penyakit autoimun seperti Hashimoto dan Graves disease menjadi penyebab umum gangguan tiroid pada anak.

  • Kelainan Bawaan

Pada hipotiroidisme kongenital, bayi lahir dengan kelenjar tiroid yang tidak berkembang normal.

  • Kekurangan Yodium

Yodium dibutuhkan tubuh untuk memproduksi hormon tiroid. Kekurangan yodium dapat memicu gangguan fungsi tiroid.

  • Pengaruh Obat atau Penyakit Tertentu

Beberapa kondisi medis dan pengobatan tertentu juga dapat memengaruhi kerja kelenjar tiroid.

Penyakit Tiroid Bisa Memicu Komplikasi Serius

Gangguan tiroid yang tidak ditangani dapat memengaruhi banyak fungsi tubuh anak. Karena hormon tiroid sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan, komplikasi yang muncul bisa cukup serius.

Gangguan Pertumbuhan

Anak dengan hipotiroidisme cenderung mengalami pertumbuhan lebih lambat dibanding anak seusianya. Tinggi badan dapat terhambat jika kondisi tidak segera ditangani.

Dalam jangka panjang, anak berisiko mengalami tubuh pendek permanen akibat gangguan hormon pertumbuhan.

Gangguan Perkembangan Otak

Hormon tiroid memiliki peran penting dalam perkembangan otak, terutama pada bayi dan anak usia dini. Kekurangan hormon tiroid yang tidak ditangani dapat menyebabkan:

  • Keterlambatan bicara
  • Gangguan belajar
  • Penurunan kemampuan intelektual
  • Sulit berkonsentrasi

Pada kasus berat, hipotiroidisme kongenital yang terlambat diobati dapat menyebabkan disabilitas intelektual permanen.

Gangguan Pubertas

Gangguan tiroid juga dapat memengaruhi perkembangan hormon reproduksi anak. Beberapa anak mengalami:

  • Pubertas terlambat
  • Gangguan menstruasi
  • Perubahan hormonal tidak normal

Kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan fisik maupun psikologis anak.

Masalah Jantung

Penyakit

Baik hipotiroidisme maupun hipertiroidisme dapat berdampak pada kesehatan jantung.

Hipotiroidisme dapat menyebabkan denyut jantung melambat, sementara hipertiroidisme bisa memicu jantung berdebar cepat dan tidak teratur. Jika berlangsung lama, kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan jantung di kemudian hari.

Gangguan Emosi dan Mental

Perubahan hormon tiroid juga memengaruhi kondisi emosional anak. Anak dengan gangguan tiroid dapat mengalami:

  • Mudah marah
  • Cemas
  • Mood berubah-ubah
  • Sulit tidur
  • Kurang percaya diri

Kondisi ini sering memengaruhi aktivitas belajar dan interaksi sosial anak sehari-hari.

Deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi penyakit tiroid pada anak. Semakin cepat gangguan diketahui, semakin besar peluang anak tumbuh dan berkembang secara optimal.

Di beberapa negara, pemeriksaan hipotiroidisme kongenital dilakukan sejak bayi baru lahir melalui skrining neonatal. Pemeriksaan ini membantu mendeteksi gangguan tiroid sebelum gejala muncul sehingga pengobatan bisa segera diberikan.

Orang tua juga perlu waspada apabila anak mengalami perubahan pertumbuhan, berat badan, atau perilaku yang tidak biasa. Dokter biasanya akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan kondisi tiroid anak, seperti:

  • Pemeriksaan fisik
  • Tes darah hormon tiroid
  • Pemeriksaan kadar TSH
  • USG tiroid jika diperlukan

Hasil pemeriksaan membantu dokter menentukan jenis gangguan tiroid dan penanganan yang tepat.

Pengobatan Penyakit Tiroid pada Anak

Penanganan penyakit tiroid tergantung pada jenis dan tingkat keparahan kondisi anak.

Pengobatan Hipotiroidisme

Anak dengan hipotiroidisme biasanya diberikan terapi hormon tiroid untuk menggantikan hormon yang kurang.

Pengobatan ini umumnya aman dan membantu anak tumbuh lebih optimal jika dilakukan secara rutin sesuai anjuran dokter.

Pengobatan Hipertiroidisme

Hipertiroidisme dapat ditangani dengan obat untuk mengontrol produksi hormon tiroid. Pada kondisi tertentu, dokter mungkin mempertimbangkan terapi lain sesuai kebutuhan anak.

Pemantauan rutin sangat penting agar kadar hormon tetap stabil. Orang tua memiliki peran besar dalam mendeteksi gejala awal gangguan tiroid pada anak. Perhatikan apabila anak mengalami:

  • Pertumbuhan tidak sesuai usia
  • Berat badan berubah drastis
  • Mudah lelah
  • Sulit fokus belajar
  • Perubahan perilaku

Konsultasi ke dokter diperlukan jika gejala berlangsung terus-menerus agar pemeriksaan lebih lanjut dapat dilakukan. Selain itu, orang tua juga perlu memastikan anak mendapatkan asupan gizi seimbang, termasuk yodium dalam jumlah cukup untuk mendukung kesehatan tiroid.

Penyakit tiroid pada anak bukan kondisi yang boleh dianggap sepele. Gangguan hormon tiroid dapat memengaruhi pertumbuhan, perkembangan otak, kesehatan jantung, hingga kondisi emosional anak apabila tidak segera ditangani.

Gejala penyakit tiroid sering kali berkembang perlahan sehingga orang tua perlu lebih peka terhadap perubahan fisik maupun perilaku anak. Deteksi dini dan pengobatan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi serius serta membantu anak tumbuh sehat secara optimal.

Dengan pemahaman yang baik mengenai penyakit tiroid, orang tua dapat lebih cepat mengambil langkah yang tepat demi kesehatan dan masa depan anak.

Referensi

  1. World Health Organization (WHO). “Thyroid Disorders and Child Health.”
  2. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). “Gangguan Tiroid pada Anak.”
  3. Mayo Clinic. “Pediatric Thyroid Disorders.”
  4. American Thyroid Association. “Thyroid Disease in Children and Adolescents.”
  5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. “Hipotiroid Kongenital pada Anak.”
  6. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). “Congenital Hypothyroidism.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *